Oleh : Kundang Sapiyudin, S.Ag
Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Garut Kota
Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Garut kota melaksanakan kegiatan penyuluhan di Rumah Tahanan IDAMAN Jl. Dewi Sartika Kec. Garut Kota.
Penyuluhan ini sebagai bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kesadaran bagi warga binaan. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan warga binaan dengan tetap memperhatikan ketertiban dan keamanan rutan.
Penyuluhan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman serta motivasi kepada warga binaan agar mampu memperbaiki diri, meningkatkan kedisiplinan, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat setelah menjalani masa pembinaan.
Dalam penyampaian materinya, narasumber menekankan pentingnya kesadaran moral, kepatuhan terhadap hukum, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dan sosial sebagai bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Warga binaan juga diajak untuk tidak berputus asa dan menjadikan masa pembinaan sebagai momentum perubahan ke arah yang positif.
Pihak Rumah Tahanan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan penyuluhan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung program pembinaan dan pembentukan karakter warga binaan.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini karena memberikan dampak positif bagi warga binaan, khususnya dalam membangun kesadaran dan motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta mendapat respons positif dari warga binaan yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan warga binaan dapat memperoleh wawasan baru serta semangat untuk menjalani masa pembinaan dengan penuh kesabaran dan harapan, sehingga kelak mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab
Sumber : Kundang Sapiyuddin, S.Ag (Penyuluh Fungsional KUA Garut Kota
Editor : Atu Parid Nurgofar, S.Sos.I
Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi membangun sebuah peradaban kecil bernama keluarga. Dalam Islam, tujuan utama pernikahan adalah mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah – keluarga yang penuh ketenangan, cinta, dan kasih sayang.
Keluarga sakinah tidak lahir secara instan. Ia dibangun dengan ilmu, kesiapan mental, spiritual, dan tanggung jawab. Oleh karena itu, setiap calon pengantin perlu membekali diri sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Pernikahan harus dilandasi niat ibadah kepada Allah SWT. Suami dan istri bukan hanya pasangan hidup, tetapi juga partner dalam ketaatan. Dengan iman yang kuat, rumah tangga akan lebih kokoh menghadapi ujian, baik dalam kondisi senang maupun sulit.
Dalam keluarga sakinah, suami berperan sebagai pemimpin, pelindung, dan pencari nafkah, sedangkan istri sebagai pendamping, pengelola rumah tangga, dan pendidik anak. Keduanya saling melengkapi, bukan saling menguasai.
Kerja sama, saling menghargai, dan komunikasi yang baik menjadi kunci keharmonisan rumah tangga.
Banyak masalah rumah tangga bermula dari komunikasi yang buruk. Pasangan perlu belajar berbicara dengan santun, mendengar dengan empati, dan menyelesaikan konflik dengan kepala dingin.
Musyawarah dalam keluarga adalah sunnah yang membawa keberkahan.
Rezeki memang sudah diatur Allah, tetapi usaha tetap wajib dilakukan. Suami harus siap menafkahi, dan istri bijak dalam mengelola keuangan. Kesederhanaan, kejujuran, dan saling percaya akan menjaga rumah tangga dari konflik finansial.
Rumah tangga sakinah dibangun dengan akhlak mulia: saling menghormati, tidak berkata kasar, tidak melakukan kekerasan, dan menjauhi perselingkuhan. Anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang baik jika dibesarkan dalam lingkungan penuh kasih sayang.
Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Orang tua harus menjadi teladan dalam ibadah, akhlak, dan perilaku sehari-hari. Shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan doa bersama akan menghadirkan keberkahan dalam rumah tangga.
Menjadi keluarga sakinah bukanlah tujuan yang mustahil. Dengan iman, ilmu, komunikasi, tanggung jawab, dan akhlak yang baik, insyaAllah rumah tangga akan menjadi tempat yang penuh ketenangan, cinta, dan keberkahan.
Semoga setiap pasangan yang menikah diberi kemampuan untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta melahirkan generasi yang saleh dan berakhlak mulia. Aamiin.
KEGIATAN MONITORING SKP E-KINERJA PEGAWAI KUA GARUT KOTA
Garut — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Garut Kota, Drs. H. Cecep Binawiguna, melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) melalui aplikasi E-Kinerja terhadap seluruh pegawai KUA Garut Kota pada Rabu, 21 Januari 2026, bertempat di Balai Nikah KUA Garut Kota.
Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengisian dan pelaporan SKP telah dilaksanakan secara tertib, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan disiplin kinerja serta peningkatan akuntabilitas pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsi pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Kepala KUA Garut Kota menegaskan pentingnya kesesuaian antara rencana kerja, realisasi kegiatan, serta kelengkapan bukti dukung kinerja yang diinput dalam aplikasi E-Kinerja. Beliau juga mengingatkan agar seluruh pegawai memahami indikator kinerja yang telah ditetapkan serta melakukan pengisian secara tepat waktu dan berkesinambungan.
“E-Kinerja bukan hanya kewajiban administratif, tetapi merupakan instrumen penting dalam mengukur profesionalitas, tanggung jawab, dan capaian kinerja pegawai secara objektif,” tegas Drs. H. Cecep Binawiguna.
Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan seluruh pegawai KUA Garut Kota semakin tertib dalam pengelolaan kinerja, mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh seluruh pegawai KUA Garut Kota dengan penuh kesungguhan.
Editor : Atu Parid Nurgofar, S.Sos.I
Bimbingan Baca Al Quran dan Iqra
Tausyiah
Penyuluh Fungsional Kemenag Garut
Bimbingan dan Pembinaan di Griya Lansia
GARUT – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Griya Lansia pada Selasa pagi (27/01/2026). Sejumlah Penyuluh Fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Garut Kota, bersinergi dengan lintas penyuluh lainnya, melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Agama bagi para warga binaan lansia.
Kegiatan rutin ini bertujuan untuk memberikan penguatan spiritual serta pendampingan psikologis bagi para lansia agar tetap produktif dan optimis dalam menjalani masa tua.
Acara dimulai tepat pukul 09.00 WIB dengan sesi Bimbingan Membaca Al-Qur’an. Para penyuluh mendampingi para lansia secara persuasif, membimbing pelafalan ayat-ayat suci dengan sabar. Suara lantunan Al-Qur'an dari para lansia menciptakan atmosfer yang menyejukkan di aula pertemuan.
Menurut tim penyuluh, kegiatan membaca Al-Qur’an ini bukan sekadar ibadah, melainkan juga terapi kognitif untuk menjaga daya ingat dan ketenangan batin para orang tua di sana.
Puncak acara diisi dengan penyampaian tausyiah yang disampaikan oleh Bapak Kundang Sapiyudin, S.Ag. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga kedekatan diri kepada Sang Pencipta dan menjaga silaturahmi antar sesama penghuni Griya Lansia.
"Masa tua adalah masa keemasan untuk memperbanyak bekal ukhrawi. Senyum dan kesabaran Bapak serta Ibu di sini adalah ibadah yang luar biasa di mata Allah SWT," ujar Kundang dalam petikan tausyiahnya.
Kehadiran Penyuluh Fungsional lainnya dalam kegiatan ini menunjukkan soliditas aparatur Kemenag dalam melayani seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Selain materi keagamaan, para penyuluh juga menyempatkan diri untuk berdialog santai dan mendengar keluh kesah para lansia sebagai bentuk layanan konseling langsung.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin dengan penuh khusyuk, menyisakan senyum dan rasa syukur di wajah para lansia yang hadir.
Sumber : Kundang Sapiyudin, S.Ag (Penyuluh Fungsional KUA Garut Kota)
Editor : Atu Parid Nurofar, S.Sos.I
Foto Bersama Team The Most KUA Garut Kota & Siswa/i SMK Muhamadiyah
KUA Garut Kota Hadirkan "The MOST" di SMK Muhammadiyah:
Edukasi Remaja Menuju Keluarga Maslahat
GARUT, 3 Maret 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Garut Kota kembali melakukan langkah proaktif dalam membekali generasi muda melalui program unggulan The MOST KUA (Move for Sakinah Maslahat). Kali ini, SMK Muhammadiyah Garut menjadi sasaran utama kegiatan yang berlangsung khidmat sekaligus komunikatif pada Senin pagi.
Program "The MOST" bukan sekadar sosialisasi biasa. Ini adalah gerakan jemput bola yang diinisiasi KUA Garut Kota untuk menyentuh langsung akar rumput, khususnya kalangan pelajar, guna menanamkan nilai-nilai keluarga Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah sejak dini.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini mencakup beberapa agenda strategis, di antaranya:
Literasi Pranikah: Memberikan pemahaman kepada siswa mengenai kedewasaan usia perkawinan dan kesiapan mental.
Pencegahan Pernikahan Dini: Edukasi mengenai dampak sosial dan kesehatan dari pernikahan di bawah umur.
Konsultasi Remaja: Ruang dialog terbuka antara penyuluh agama dengan para siswa mengenai problematika pergaulan masa kini.
"Kami ingin para siswa di SMK Muhammadiyah memahami bahwa masa depan yang maslahat dimulai dari perencanaan yang matang hari ini. The MOST hadir untuk memastikan mereka tidak salah langkah," ujar perwakilan tim KUA Garut Kota di sela-sela acara.
Pihak SMK Muhammadiyah menyambut hangat kehadiran tim KUA. Menurut pihak sekolah, kolaborasi ini sangat penting mengingat tantangan pergaulan remaja di era digital yang semakin kompleks. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi diskusi, terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis mengenai bagaimana membangun karakter diri sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius di masa depan.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, KUA Garut Kota berharap para siswa SMK Muhammadiyah mampu menjadi duta Sakinah Maslahat di lingkungan keluarga dan teman sebaya mereka
Sesi Interaktif
Speaker Penghulu Gen Z
Speaker Penyuluh
Speaker Penyuluh
Kontributor Team The Most KUA Garut Kota (Penyuluh dan Penghulu)
Editor ATu Parid Nurgofar, S.Sos.I